Google IO: Sebuah Festival, Sebuah Perayaan Halaman all – Kompas.com

KOMPAS.com – Penghujung pekan ini, 18-20 Mei 2016, Google akan menggelar acara tahunan bertajuk I/O. Bukan sekadar konferensi, I/O rupanya bakal menjadi sebuah festival.

Tahun-tahun sebelumnya, I/O diadakan di Moscone Center, San Francisco. Sebuah area konferensi besar bertingkat yang ada di pusat kota San Francisco. Gedung ini bisa diibaratkan Jakarta Convention Center (JCC) — meskipun ukuran dan kemegahannya memang berbeda.

Maksudnya, mirip seperti JCC di Jakarta, Moscone menjadi langganan banyak sekali event di kota itu. Selain Google, nama-nama besar seperti Intel, Microsoft atau Apple juga pernah mengadakan acara besar di gedung tersebut.

Tapi tahun ini ada yang berbeda, Google memindahkan I/O keluar dari San Francisco. Gelaran kali ini diadakan di “halaman belakang” Google. Sebuah area bernama Shoreline Amphitheater di Mountain View.

Menariknya, Shoreline Amphitheater tidak punya sejarah sebagai ajang acara teknologi besar-besaran. Tempat ini lebih terkemuka sebagai lokasi konser musik dengan nama-nama legendaris seperti The Grateful Dead atau Bee Gees pernah mengadakan pertunjukan di sana.

Bahkan, area panggung utama jika dilihat dari ketinggian memang dirancang untuk mirip dengan trademark “steal your face” dari grup musik legendaris The Grateful Dead.

Festival Teknologi  

Google rupanya hendak menggusur anggapan lawas tentang konferensi teknologi sebagai sesuatu yang membosankan dan identik dengan terkungkung di dalam bangunan selama berjam-jam.

Lokasi yang dipilih untuk I/O 2016 lebih cocok untuk sebuah festival musik. Yeah, mungkin ala-ala Coachella, Lolapalooza atau Woodstock lah. Atau, yang lebih dekat dengan Google dan  penghuni Silicon Valley lainnya: Burning Man.  

Boleh diduga, Google hendak menghadirkan energi yang serupa dengan festival-festival tersebut ke gelaran teknologi.  

Fakta menarik soal Burning Man, selama beberapa waktu pada 1998 Google mencantumkan gambar stick man di balik logonya sebagai pengumuman bahwa Larry Page dan Sergey Brin sedang mengunjungi festival Burning Man.

Oke, kembali ke I/O, kira-kira apa sih yang hendak dipertontonkan Google di I/O kali ini?

Di satu sisi, ada yang sudah bisa diduga. Misalnya, Google biasa memperkenalkan sesuatu terkait sistem operasi Android di I/O. Tahun ini adalah giliran sistem operasi Android N.

Di sisi lain, dengan format festival ini, Google bisa saja akan menghadirkan beberapa kejutan. Area yang luas dan terbuka mungkin akan dimanfaatkan untuk mendemonstrasikan sesuatu yang cool.

Misalnya, sejauh ini Google telah banyak menunjukkan keinginan mereka untuk tampil sebagai yang terdepan dalam hal machine learning. Lihat saja Alphago, sebuah kecerdasan buatan dari Google Deepmind yang telah mengalahkan pemain diversion Go terbaik dunia.

Sedangkan dari sisi penggunaan sehari-hari, lihat Google Photos yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian, pengenalan wajah, dan lainnya dengan memanfaatkan machine learning.

Bakal sangat menarik untuk melihat penerapan machine learning dan artificial intelligence lainnya yang bakal dihadirkan Google di I/O 2016.

Kemudian, tentu akan seru melihat perkembangan Project Tango di Google. Nama Project Tango merujuk pada sebuah bidang riset di Google yang penerapannya bisa mencakup virtual reality hingga augmented reality.

Bahkan TheVerge joke menyebut Project Tango sebagai lini riset yang ajaib di Google. Inti teknologinya adalah memanfaatkan kamera untuk “melihat” lingkungan sekitar dalam tiga dimensi. Penerapannya bisa mulai dari peta petunjuk jalan dalam ruangan hingga informasi practical di atas benda-benda fisik.

Di I/O, konon bakal ada sesuatu soal Project Tango yang menarik. Apa ya?

Merayakan Developer  

Satu hal yang patut dicatat: Google I/O adalah “pestanya” developer. Seorang developer bisa meraup banyak manfaat dengan menghadiri I/O. Ada banyak tracks yang bisa dimanfaatkan developer untuk cari tahu lebih lanjut tentang teknologi Google, yang sudah ada ataupun yang akan datang.

Dengan format festival tahun ini, dan lokasinya yang di Mountain View, diperkirakan interaksi developer pihak ketiga dengan Googlers (pegawai Google) bisa lebih intensif karena lebih banyak Googlers yang bisa hadir.

Perkembangan dunia perusahaan rintisan digital dan Silicon Valley memang menempatkan developer di pusat semuanya. Para developer, the so called geeks and nerds, memiliki peran penting dan peranan itu diakui perusahaan teknologi seperti Google lewat acara seperti I/O.

Ini adalah zaman teknologi digital sangat berpengaruh pada banyak sendi-sendi kehidupan kita. Apakah Indonesia bakal lebih banyak bengong menyaksikan teknologi berkembang pesat, atau memang akan berperan aktif dan bahkan turut jadi yang terdepan?

Artinya, perayaan itu jangan hanya dilihat permukaannya saja sebagai pesta atau festival. Esensinya adalah menyambut dengan semangat bahwa Indonesia bisa berperan aktif menggerakkan perkembangan teknologi digital dunia.

Saya yakin hal itu bisa terwujud. Kenapa tidak?

More tabs ...

Posted in
Tagged . Bookmark the permalink.
short link tablet123.com/?p=14193.