Pengumuman penting di Google I/O

CEO Google Sundar Pichai saat presentasi pada acara konferensi Google I/O, Rabu (17/5/2017), di Mountain View, California, Amerika Serikat.
CEO Google Sundar Pichai saat presentasi pada acara konferensi Google I/O, Rabu (17/5/2017), di Mountain View, California, Amerika Serikat.
© Eric Risberg /AP Photo

Google baru saja melangsungkan I/O (Input/Output), konferensi tahunan untuk para developer yang berlangsung di Mountainview, California, Amerika Serikat, Rabu (17/5/2017). CEO Sundar Pichai memaparkan peta jalan menuju masa depan yang bakal diambil oleh raksasa teknologi tersebut.

Pada I/O ke-11 ini, Google tampak makin memantapkan pola untuk menggunakan konferensi tersebut hanya sebagai ajang perilisan informasi mengenai apa yang sedang dan akan mereka lakukan kepada para pengembang.

Tidak ada lagi peluncuran produk terbaru yang bisa membuat konsumen terperangah.

Walau demikian, uraian Pichai pada I/O tetap menarik dan penting untuk diketahui karena akan membuka wawasan mengenai teknologi apa yang mesti diantisipasi kehadirannya dalam waktu dekat atau beberapa tahun mendatang.

Inilah tujuh pengumuman yang menurut kami patut disimak dari Google I/O 2017.

1. Pengguna produk Google capai miliaran

Pada bagian awal presentasinya, Pichai berbicara mengenai pencapaian Google yang mengesankan. Tujuh dari produk-produknya –termasuk Search, YouTube, dan Maps– masing-masing telah digunakan lebih dari semiliar pengguna.

Sistem operasi Android kini digunakan lebih dari dua miliar gawai. Google Drive digunakan 800 juta pengguna aktif setiap bulan dan 500 juta pengguna Google Photos mengunggah 1,2 miliar foto per bulannya.

Ambisi Google, dipaparkan The New York Times, adalah merajut hubungan antara semua pengguna gawai dan jasa mereka. Para pengguna Google akan bisa berinteraksi dengan perusahaan sepanjang hari.

Pembelajaran mesin dan kecerdasan artifisial akan mempercepat terwujudnya proses tersebut.

2. Google.ai

Google.ai adalah inisiatif baru dari Google untuk mendemokratisasi keuntungan terbaru dalam riset pembelajaran mesin (machine learning). Ia akan menjadi pusat semua upaya pengembangan kecerdasan buatan yang dilakukan Google.

Semua orang bisa mengakses Google.ai untuk bereksperimen dengan temuan baru yang tengah dikembangkan oleh Google dan Brain Team. Ada pula Tensor Flow yang membuat pembelajaran mesin bisa diakses oleh sejumlah besar pengembang. Google juga ingin membantu akses kepada laboratorium riset universitas dan privat

3. Google Assistant yang lebih interaktif

Google Assistant kini bisa menganalisis lingkungan sekitar dengan bantuan kamera ponsel dan, melalui Google Lens, akan menampilkan konten yang relevan dengan lingkungan itu kepada pengguna.

Misalnya, saat kamera ponsel mengarah kepada sebuah restoran, Anda akan langsung melihat ulasan tentang tempat makan tersebut. Atau jika Anda mengarahkannya kepada bunga, ia akan langsung mengidentifikasi spesiesnya.

Yang pale mengagumkan, jika kamera ponsel diarahkan pada kredensial untuk login ke WiFi, ponsel akan langsung masuk dalam jaringan tersebut.

4. Google Assistant bisa digunakan iPhone

Setelah sekian lama, Google akhirnya menghadirkan Assistant di iTunes. Oleh karena itu asisten digital itu kini bisa digunakan oleh iOS pada iPhone maupun iPad.

Fungsinya sama persis dengan yang digunakan oleh Android dan para pemilik iOS sudah bisa mengunduh dan menggunakannya sekarang.

5. Google Photos dikembangkan

Google Photos kini menggunakan pembelajaran mesin untuk melihat pada foto-foto Anda dan menyarankan untuk membagi foto tersebut kepada orang yang ada di dalamnya (jika mesin Google bisa mengenali wajah orang tersebut). Mereka menyebutnya Suggested Sharing.

Lalu ada juga Shared Libraries, yang membuat Anda bisa membagi seluruh foto pada library Anda dengan orang lain. Tetapi ada batasnya. Anda hanya bisa berbagi foto yang diambil pada tanggal tertentu atau berisi orang tertentu yang telah diidentifikasi oleh drudge Google Photos.

6. Android O versi beta sudah tersedia

Walau Android Nougat belum banyak digunakan, Google mengumumkan sistem operasi terbaru Android O versi beta sudah tersedia untuk dicoba.

Menurut Popular Mechanics, pembaruan pada O bisa dibilang teenager tetapi perbaikan kualitas yang dilakukan cukup baik.

Pada O terdapat autofilling nama pengguna dan kata sandi pada aplikasi-aplikasi yang digunakan. Artinya, Anda bisa menggunakan information diri yang disimpan pada Chrome untuk login ke aplikasi seperti Twitter atau Facebook.

Fitur Copy and paste juga diperbarui. Klik ganda pada beberapa information seperti nomor telepon, alamat,, atau nama lokasi akan secara otomatis memilihnya dan menyesuaikannya menggunakan pembelajaran mesin.

Android O juga menambah “Picture in Picture” yang membuat Anda bisa meminimalkan tampilan aplikasi seperti YouTube sehingga Anda bisa menjelajahi layar tanpa harus menutup YouTube itu.

7. Android Go hadir untuk para pemula

Android Go adalah versi sistem operasi yang telah dioptimisasi untuk ponsel dengan RAM 1GB atau lebih rendah. Oleh karena itu versi Android ini lebih ditujukan pada pengguna pemula atau pasar yang baru berkembang. Sederhananya, Go adalah versi Android yang disederhanakan.

Android Go fokus pada tiga hal, yaitu optimalisasi Android terbaru untuk bisa bekerja dengan mulus pada gawai kelas pemula.

Kedua, Google membangun kembali sekumpulan aplikasi agar menggunakan lebih sedikit memori, ruang penyimpanan, dan information mobile. Terakhir, versi Play Store yang akan menunjukkan aplikasi-aplikasi yang cocok untuk pengguna kelas pemula.

Android Go ini akan menjadi bagian dari Android O dan akan mulai tersedia pada 2018.

Kehadiran Go menjadi upaya Google untuk mewujudkan aim menambahkan 1 miliar pengguna Android di dunia.

More tabs ...

Posted in
Tagged . Bookmark the permalink.
short link tablet123.com/?p=383.